Pelatihan Jurnalistik Santri MAS MTI Pasir

Medib

Media Ta’dib menggelar pelatihan jurnalistik selama dua hari, yaitu pada tanggal 17 – 18 Desember 2023. Pelatihan jurnalistik ini diikuti oleh santri kelas 5, kelas 6, dan kelas 7. Tema yang diangkat pada pelatihan kali ini yaitu “Kepelatihan menulis essay dalam rangka meningkatkan literasi siswa MAS MTI Pasir”. Tujuan diadakannya pelatihan jurnalistik yaitu untuk meningkatkan literasi santri untuk santri MAS MTI Pasir. Pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan di aula Mti Pasir. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 55 orang santri.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Lulu Albi Yudisa dan Fitri Ummulhusni sebagai pembawa acara, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Naila Az-Zahra. kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al- Qur’an oleh Nanda Putra. Setelah itu, ketua umum Media Ta’dib yaitu Muhammad Fauzan Azhim berurutan Muhammad Abdul Haris menyampaikan kata sambutan serta ungkapan terimakasih kepada pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Pasir karena sudah mengizinkan untuk mengadakan pelatihan jurnalistik ini. Acara pembukaan pelatihan ini diakhiri do’a yang dibacakan oleh Yusuf Daffa Islam.

Pembina Media Ta’dib yaitu ustadz Sidiq Siado, S.H beserta ustadz Hafiz Azhari, S.Pd M.Pd juga menyampaikan sambutan dengan harapan agar peserta pelatihan jurnalistik ini dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat dari pemateri. Setelah itu penyampaian sambutan sekaligus pembuka acara oleh pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Pasir yaitu Buya Haji Dulyamani Lc. M.Pd. Selanjutnya yaitu acara inti berupa pemaparan materi mengenai “penulisan esai” oleh ustadz Akhyar Fuadi selaku pimpinan pondok pesantren At-taqwa. Dalam penyampaian pemateri, ustadz Akhyar juga memberikan motivasi kepada peserta pelatihan jurnalistik tersebut.

Jika pada pelatihan jurnalistik sebelumnya, membahas berbagai macam materi yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik seperti, menulis, fotografi, kepemimpinan, mindset seorang penulis, dan pembahasan lainnya, maka pada pelatihan jurnalistik kali ini lebih berfokus pada satu pembahasan saja selama dua hari berturut turut. Sebagaimana yang tertulis dalam tema yang dipelajari selama pelatihan terfokus mengenai Esai.

Pada hari pertama pelatihan jurnalistik, santri belajar bagaimana cara menulis esai dengan benar. Pada hari kedua, santri membuat essay sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari pada hari pertama. Para santri sangat antusias dengan acara tersebut. Acara semakin meriah dengan adanya debat antara Kubu Esai dan Kubu Esei yang saling memperdebatkan argument mereka.

Di hari kedua Pemateri, ustadz Akhiar Fuadi menjelaskan mengenai penyebutan Esai. “Essay dalam bahasa inggris disebut Esai dalam bahasa Indonesia, namun ada juga beberapa tokoh yang menyebut Esai dengan Esei,” jelas beliau. Beliau bertanya pada peserta, “lebih memilih menyebut Esai atau Esei?” Kebanyakan Santri memilih memakai Esai, karena sudah jelas ada dalam KBBI, namun ada 6 orang Santri yang lebih memilih memakai penyebutan Esei. Demi memperjelas alasan mengapa mereka memilih Esei, maka mereka diberi tugas untuk mempresentasikan mengenai penyebutan Esei esok harinya. Meski hari ketiga ini tidak termasuk dalam jadwal, Santri tetap antusias mengikuti sidang antara pendukung tim Esai dan pendukung tim Esei, yang dimulai dari pukul 10.00

Setelah diadakannya pelatihan jurnalistik ini semoga kedepannya untuk seluruh santri MTI Pasir yang mengikuti pelatihan ini dapat belajar menjadi seorang jurnalis dan penulis yang lebih baik, sehingga bisa menghasilkan sebuah karya yang baik.

– Syarifa Gulistanul Jannah

Yuk Bagikan